Jangan Ngaku Jago “Hacking” Kalau Gak Ngerti Kriptografi!

Hay kawan ! Bicara masalah Hacking, kita semua sudah pasti gak asing lagi dengan hal yang satu ini. Banyak orang yang menganggap dunia Hacking atau yang biasa disebuat sebagian kalangan dengan “Dunia Underground” ini sebagai tempat keren, yang jika jago disitu maka akan dianggap sebagai orang hebat. Emang sih, untuk jago hacking kawan harus menguasai beberapa hal yang rumit seperti bahasa pemrograman, logika, jaringan, dan masih banyak lagi.

Nah, tau gak bahwa di atas semua itu, kalian harus menguasai hal yang paling mendasar untuk bisa meng-Heck sesuatu. Yup, sistem keamanan yang ada pada sistem yang akan ditembus. Berita buruknya, sistem keamanan yang ditanamkan pada suatu sistem dalam dunia komputer dasarnya adalah ilmu kriptografi, maka mau tidak mau orang yang ingin melakukan hecking pada suatu sistem tertentu haruslah mengerti ilmu kriptografi.

Kriptografi dan keamanan komputer

Kriptografi merupakan dasar dari keamanan sistem komputer. Baca Penjelasan lengkap dasar-dasar kriptografi. Algoritma kriptografi dikembangkan secara matematis. Semakin kompleks algoritma yang digunakan untuk mengamankan suatu sistem, maka semakin tinggi tingkat keamanan sistem tersebut.

Keamanan komputer memiliki beberapa aspek :

1. Authentication: Merupakan aspek dimana si penerima informasi dapat memastikan keaslian pesan, yakni dengan kata lain data dan informasi benar-benar berasal dari sumber yang benar. Contohnya saat login menggunakan username dan password tertentu, sistem akan melakukan autentikasi dinama sistem berusaha memastikan bahwa username dan password valid.

2. Integrity: Merupakan aspek dimana keaslian pesan terjaga walaupun dikirim melalui jaringan yang rentan terhadap serangan, namun dapat dipastikan bahwa data atau informasi yang dikirim tidak diubah oleh orang yang tidak berhak.

3. Nonrepudiation: merupakan aspek dimana dalam hal ini berhubungan dengan keaslian pengirim pesan, dapat dipastikan bahwa si pengirim adalah orang yang sebenarnya diharapkan mengirimkan data. Contohnya pada tanda tangan digital yang akan dibahas selengkapnya.

4. Authority: Pada aspek yang satu ini, informasi yang berada dalam sistem jaringan tidak dapat diubah oleh seorang penyusup.

5. Confidentiality: merupakan usaha untuk menjaga keamanan data dan informasi dari serangan penyusup yang berniat jahat baik ingin memanipulasi atau mengambil dan menghapusnya. Kerahasiaan ini biasanya berhubungan dengan informasi yang akan dikirim ke pihak lain.

6. Privacy: Merupakan aspek yang berkaitan dengan data-data pribadi.

7. Availability: Aspek ini berkaitan dengan ketersediaan atau keberadaan data dan informasi saat dibutuhkan penggunanya. Jika Sistem informasi diserang atau dijebol, maka pengguna terhambat dalam mengakses data atau informasi. Bahkan yang lebih fatal lagi, data-data hilang dan tidak dapat diakses sama sekali.

8. Access Control: Aspek ini berhubungan erat dengan cara akses pengguna ke dalam sistem informasi. Hal ini biasanya berhubungan dengan masalah authentication dan juga privacy. Access Control seringkali dilakukan dengan menggunakan kombinasi user id dan password atau dengan menggunakan mekanisme lainnya.

Perkembangan ilmu kriptografi

Ilmu kriptografi telah digunakan sejak zaman romawi kuno. Dahulu kala, ilmu ini digunakan untuk berkirim pesan rahasi. Namun, karena teknologi semakin berkembang, ilmu kriptografi juga terus dikembangkan untuk menjaga keamanan teknologi tersebut. Semakin hari, sistem keamanan yang digunakan semakin canggih. Perkembangan ini tidak terlepas dari jerih payah para ilmuan yang terus berusaha mengembangkan algoritma-algoritma sesuai kebutuhan. Jika ada suatu algoritma yang sudah dapat dibobol, maka akan dilakukan pembaruan algoritma. Seperti misalnya DES (Data Encryption Standart) dikembangkan menjadi Triple DES,kemudian dibuat lagi algoritma yang lebih kompleks yaitu AES (Advence Encryption Standart). Maka bisa dipastikan kriptografi akan terus dikembangkan lagi dimasa yang akan datang.

Implementasi Kriptografi

Implementasi dari ilmu kriptografi banyak digunakan untuk keamanan sistem informasi, jaringan, dan lain sebagainya. Contoh implementasinya yaitu pada keamanan ATM, kemanan password suatu akun pada sebah website, SLL (Security Socket Layer) berupa keamanan suatu situs dengan mengenkripsi jalur komunikasi pada jaringan. Implementasi keamanan yang paling terkenal pada saat ini adalah tanda tangan digital dan sertifikat digital.

Ingin Menembus Sistem? Taklukkan Dulu Sistem Keamanannya.

Kawan, menembus suatu sistem yang bukan hak kita merupakan sesuatu yang melanggar kode etik. Mengapa? Karena kita tidak berhak melakukannya. Namun banyak kalangan yang merasa sangat senang jika sudah bisa menembus suatu sistem atau contohnya masuk ranah admin suatu situs. Padahal ini merupakan hal yang tidak baik.

Oleh karena itulah, setiap kalangan yang mempunyai sistem seperti bank, situs dan lain sebagainya akan membentengi sistem mereka dengan sistem keamanan yang bersumber dari ilmu kriptografi. Semakin kuat sistem keamanan yang dibuat, maka akan semakin sulit pula seseorang untuk menembusnya.

BIOS

Pengertian BIOS

BIOS adalah perangkat lunak terendah yang mengkonfigurasi atau memanipulasi perangkat keras. BIOS singkatan dari Basic Input Output SystemBIOS merupakan firmware sebuah mainboard, merupakan bagian paling awal dalam operasi sebuah komputer atau PC. Bagian ini sangat menentukan apakah sebuah komputer dapat beroperasi atau tidak.

Fungsi BIOS

  1. Mengontrol hardware (perangkat keras) komputer dengan memberikan instruksi atau perintah menginsialisasi dan identifikasi perangkat sistem yang disebut dengan POST (Power On Selft Test). Perangkat sistem yang diintruksikan yaitu RAM, CPU, Hardisk Drive, CD/DVD, VGA Card, Keyboard, dan Mouse serta Hardware pada saat booting.
  2. Memuat dan menjalankan sistem operasi.
  3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer.
  4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
  5. Pengaturan media penyimpanan
  6. Menunjang proses inisialisasi atau penyalaan komputer
  7. Pengaturan proses booting
  8. Pengecekan sejumlah hardware
  9. Pengaturan Keyboard, USB, Mouse dan perangkat lainnya.

Jenis-Jenis BIOS

1. AMI BIOS

AMI BIOS  dikembangkan dan dijual oleh Megatrends Amerika. Yang merupakan satu-satunya produsen motherboard yang memproduksi BIOS sendiri, meskipun dalam volume yang relatif kecil. Pada 2002, AMI BIOS adalah yang paling populer BIOS firmware untuk PC.

Kode Beeb Peringatan/ Masalah pada AMI BIOS

  • 1x : RAM mengalami masalah
  • 2x : Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (sistem memori)
  • 3x : Kegagalan memori pada 64 pertama
  • 4x : Timer pada sistem gagal bekerja
  • 5x : CPU Error atau motherboard tidak dapat menjalankan prosessor
  • 6x : Controller pada keyboardtidak dapat berjalan dengan
  • baik
  • 7x : Vido Mode Error
  • 8x : Tes Mmori VGA gagal
  • 9x : Checksum error ROM BIOS bermasalah
  • 10x : CMOS Shutdown resd/write mengalami masalah
  • 11x : Chache memori error
  • 1 beeb panjang dan 3 beeb pendek : Extended memori rusak
  • 1 beeb panjang dan 8 beeb pendek : Tes tampilan gambar gagal

2. AWARD BIOS

AWARD BIOS adalah jenis BIOS yang diproduksi perusahaan  AWARD Software inc. adalah produsen BIOS yang didirikan pada tahun 1983, dan berkantor pusat di Mountain View, California, Amerika Serikat. Tekan tombol DELETE untuk reboot sistem masuk ke awal program setup BIOS ini.

Kode Beeb Peringatan/ Masalah AWARD BIOS

  •   1 beep panjang dan 2 beep pendek  : Video error
  •   1x beep panjang  :kesalahan RAM
  •   1x panjang dan 2x beep pendek  : VGA Rusak
  •   1x panjang dan 3x beep pendek  : Keyboard rusak
  •   Beep tak terputus  : RAM atau Grafik     tidak terpasang

3. PHOENIX BIOS

PHOENIX BIOS adalah BIOS yang mengembangkan dan mendukung perangkat sistem lunak sistem inti yang paling banyak digunakan di Indonesia baik itu komputer pribadi dan perangkat komputer lainnya. Produk PHOENIX biasa disebut dengan BIOS atau firmware yang memiliki keunggulan dalam dukungan dan mengaktifkan kompatibilitas, konektivitas, kemanan, pengelolaan berbagai komponen, dan teknologi yang digunakan dalam perangkat tersebut.

Kode Beeb Peringatan/ Masalah PHOENIX BIOS

  •   1x – 1x – 4x = BIOS rusak
  •   1x – 2x – 1x = Motherboard rusak
  •   1x – 3x – 1x = RAM mengalami kerusakan
  •   3x – 1x – 1x = Motherboard rusak
  •   3x – 3x – 4x = VGA mengalami kerusakan

4. IBM BIOS

IBM BIOS adalah  sebuah perusahaan yang memproduksi perangkat keras dan perangkat lunak. IBM (Internasional Business Machines Corporation) yang berdiri 16 juni 1911 dan beroperasi sejak 1888 yang berpusat di Armonk, New York, Amerika Serikat. IBM BIOS meluncurkan tiga versi antara lain sebagai berikut.

  • 24 April 1981, BIOS yang hanya memiliki memori fisik hingga 544 kb yang tidak dilengkapi fitur pemindahan blok memori UMA (Upper Memory Adress) untuk beberapa kartu ekspansi seperti adapter hardisk, video, dan lain-lainnya.
  • 19 Oktober 1981, BIOS versi kedua yang sama dengan keluaran pertama, namun diunggulkan dengan ditambahi bugfix.
  • 27 Oktober 1982, BIOS versi ketiga yang memiliki memori fisik 640 kb yang ditambah fitur pemindahan blok memori UMA (Upper Memory Adress). BIOS versi ketiga paling banyak digunakan.

Kode Beeb Peringatan/ Masalah IBM BIOS

  • Tidak ada Beep :Power supply rusak,cardmonitor/RAM tidak terpasang
  • 1 Beep pendek :Normal POST dan PC dalam keadaan baik
  • Beep terus menerus :Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
  • Beep pendek berulang-ulang :Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
  • 1 Beep panjang 1 Beep pendek :Masalah Motherboard
  • 1 Beep panjang 2 Beep pendek :Masalah bagian VGA Card (mono)
  • 1 Beep panjang 3 Beep pendek :Masalah bagian VGA Ccard (EGA).
  • 3 Beep panjang :Keyboard error
  • 1 Beep :blank monitor VGA card sirkuit